Kamis, 17 Desember 2015

Wisata Rumah Pengasingan Bung Karno, Flores

Pada masa mudanya Bung Karno pernah diasingkan di Flores tepatnya di Ende, Nusa Tenggara Timur oleh pihak Belanda sebagai tahanan politik. Bung Karno yang saat itu berusia 35 tahun harus menjalani hukuman pembuangan sebagai tahanan politik di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di rumah pengasingan ini, Sang Proklamator bersama istrinya Inggit Ganarsih, mertuanya Ibu Amsih, dan dua anak angkatnya Ratna dan Kartika, menghabiskan waktu mereka sebagai tahanan politik.

Bung Karno aktif memberikan kritik kepada Belanda dan gerak-geriknya mengobarkan semangat rakyat Indonesia dinilai berbahaya bagi Belanda sehingga diasingkan di Ende. Soekarno diasingkan ke Ende, Flores pada 14 Januari 1934. Ia diasingkan di sana selama empat tahun (1934-1938), setelah itu diasingkan lagi ke Bengkulu.
Rumah pengasingan Bungkarno, Ende, Nusa Tenggara Timur
Rumah pengasingan Bung Karno, Ende, Nusa Tenggara Timur

Alamat rumah pengasingan Bung Karno di Ende
Terletak di jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja Kecamatan Ende Utara (Kota Ende).

Semua barang koleksi milik Bung Karno masih tersimpan dengan baik di dalam museum ini seperti: foto keluarga, foto pribadi Bung Karno, barang keramik, dua buah tongkat berkepala monyet, fulpen ukuran besar, piring nasi, cerek air minum, besi seterika, alat gantungan pakaian, lemari pakaian, tempat tidur besi, lukisan- lukisan dan masih banyak barang koleksi lainnya. Di dalam Museum Bung Karno juga terdapat tempat sujud/ ruang semedi dan tempat sembahyang/sholat yang selalu digunakan oleh Bung Karno bersujud kepada Allah Yang Maha Esa untuk memohon bantuan bagi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia hingga membekas di lantai. Dan di belakang museum Bung Karno terdapat sebuah sumur dengan kedalaman 12 meter yang digunakan oleh Bung Karno untuk mandi, cuci dan minum serta wudhu.

Berwisata ke rumah pengasingan Bung Karno mempunyai nilai tersendiri untuk mengetahui cikal bakal berdirinya Indonesia Raya. Di sini jugalah Bung Karno merumuskan pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Konon cerintanya Bung Karno merumuskan 5 butir pancasila di bawah pohon Sukun. Lokasinya sekarang berada di alun-alun kota Ende, di sini juga dibangun patung pancasila untuk mengenang jasa Bung Karno bagi rakyat Indonesia.
Patung Pacasila di Ende, NTT
Patung Pancasila terletak di alun-alun kota Ende

Transportasi menuju rumah pengasingan Bung Karno
Transportasi ke kota Ende dapat dicapai melalui Bandar Udara Ipi dengan jenis pesawat Fokker 28. Pilihan lain ada pelabuhan yang menghubungkan Ende ke kota-kota lainnya seperti Kupang, Mataram, Denpasar, Surabaya, dan lainnya.

Angkutan kota dan pedesaan dapat Anda manfaatkan di Ende untuk berkeliling di 5 terminalnya. Paling murah tarifnya Rp5.000,00.

Hotel/ penginapan
Ada beberapa hotel di Ende yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Berikut referensinya:

Mentari Hotel
Jl. Pahlawan, Ende
+62 381 21292

Grand Wisata Hotel
Jl. Kelimutu, Ende
+62 381 24010 | +62 381 22974

www.idnusantara.com adalah blog yang membahas tentang informasi wisata Nusantara dan kebudayaannya

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon