Jumat, 18 Desember 2015

Wisata Benteng Vredeburg Yogyakarta

Benteng Vredeburg meruapakan wisata sejarah yang ada di kota Yogyakarta. Letaknya sangat strategis dan berada di ujung jalan Mallioboro, membuat benteng ini ramai dikunjungi wisatawan. Benteng Vredeberg terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta, tepatnya di jl. Jend. A. Yani, No. 6, Yogyakarta 55224, Indonesia.

Benteng Vredeburg mulai dibangun tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda, sebagai tempat menahan serangan dari Kraton Yogyakarta. Benteng Vredeburg dikelilingi parit yang mengelilinginya, benteng yang berbentuk segi empat ini memiliki menara pengawas di keempat sudutnya dan kubu yang memungkinkan tentara Belanda untuk berjalan berkeliling sambil berjaga-jaga dan melepaskan tembakan jika diperlukan.
Pintu Masuk Benteng Vredeburg

Pada bangunan seluas 2100 m persegi ini dijumpai beberapa sejata Meriam milik Belanda, Meriam ini siap menembak para pejuang Indonesia. Di dala benteng Anda disuguhkan beberapa peninggalan sejarah yang dikemas dalam filem sejarang (diorama). Anda juga dapat melihat lukisan-lukisan dan cerita sejarah tentang Yogyakarta pada zaman penjajahan.
Patung di Halaman Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg Yogyakarta, semula bernama "Benteng Rustenburg" yang mempunyai arti "Benteng Peristirahatan", dibangun oleh Belanda pada tahun 1760 di atas tanah Keraton. Berkat izin Sri Sultan Hamengku Buwono I, sekitar tahun 1765 - 1788 bangunan disempurnakan dan selanjutnya diganti namanya menjadi "Benteng Vredeburg" yang mempunyai arti "Benteng Perdamaian".
Meriam Benteng Vredeburg

Secara historis bangunan ini sejak berdiri sampai sekarang telah mengalami berbagai perubahan fungsi yaitu pada tahun 1760 - 1830 berfungsi sebagai benteng pertahanan, pada tahun 1830 -1945 berfungsi sebagai markas militer Belanda dan Jepang, dan pada tahun 1945 - 1977 berfungsi sebagai markas militer RI. Setelah tahun 1977 pihak Hankam mengembalikan kepada pemerintah. Oleh pemerintah melalui Mendikbud yang saat itu dijabat Bapak Daoed Yoesoep atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku pemilik, ditetapkan sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya nusantara pada tanggal 9 Agustus 1980.
Diorama Benteng Vredeburg

Pada tanggal 16 April 1985 benteng Vredeburg dipugar menjadi Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum pada tahun 1987. Kemudian pada tanggal 23 November 1992 resmi menjadi "Museum Khusus Perjuangan Nasional" dengan nama "Museum Benteng Yogyakarta".

Fasilitas Yang Terdapat di Benteng Vredeburg
  1. Perpustakaan
  2. Ruang Pertunjukan 
  3. Ruang Seminar, Diskusi, Pelatihan dan Pertemuan 
  4. Audio Visual & Ruang Belajar Kelompok 
  5. Hotspot gratis
  6. Pemandu
  7. Ruang Tamu 
  8. Mushola 
  9. Kamar mandi.
Transportasi Menuju ke Museum Benteng Vredeburg

Dari Bandara Adisucipto
  • Kereta api Prameks (tarif Rp.10.000 lewat setiap 30 menit) atau Madiun Jaya (tarif tiket Rp. 20.000). Untuk mencapai loket pembelian tiket, silakan berjalan melalui pintu keluar yang berupa lorong. Turun di stasiun Tugu, kemudian jalan kaki ke arah Selatan (kurang lebih 1000 meter) menyusuri Jalan Malioboro
  • Bus (Tans Jogja) tiket Rp.3.000 (setiap 15 menit)lalu turun di halte Pos Besar. Untuk menuju loketTrans Joga, silakan berjalan melalui pintu keluar yang berupa lorong.
  • Taksi (Tarif sekitar Rp.40.000). jika anda menggunakan taksi lebih baik memilih taksi yang menggunakan argo (misalnya Jazz Taxi telepon 373737). Rata-rata taksi bandara tidak mau menggunakan argo, jadi anda harus pandai-pandai melakukan tawar menawar
  • Ojek Motor (tarif sekitar Rp.20.000 tergantung nego)
Dari Stasiun Tugu
Jarak antara stasiun Tugu dengan Benteng Vredeburg kurang lebih 1km. Stasiun ini hanya diperuntukkan bagi penumpang kereta api antar kota yang Bisnis dan Eksekutif, Prameks, Madiun Jaya. Dan anda bisa memilih beberapa alternatif berikut ini:
  • Berjalan kaki ke arah Selatan (kurang lebih 1000 meter) menyusuri Jalan Malioboro
  • Naik Becak (biaya kurang lebih Rp.10.000
  • Naik Andong (biaya kurang lebih Rp.20.000
Dari Stasiun Lempuyangan
Jarak antara stasiun Lempuyangan dengan Benteng Vredeburg kurang lebih 1.600 meter. Dan anda bisa memilih beberapa alternatif berikut ini. Biasanya kereta api jenis Ekonomi dari kota lain berhenti di stasiun ini.
  • Berjalan kaki
  • Naik Becak (biaya kurang lebih Rp.10.000)
  •  Naik Andong (biaya kurang lebih Rp.20.000- Rp. 30.000
Dari Terminal Bus Giwangan: Naik trans Jogja Route 3A (Tiket Rp.3000)
Dari Terminal bus Jombor: Naik trans Jogja Route 2A (Tiket Rp.3000)

Harga Tiket Masuk Benteng Vredeburg
  • Dewasa: Rp.2.000
  • Anak-anak: Rp.1.000
Jam Buka Museum Benteng Vredeburg
  • Selasa - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB
  • Sabtu - Minggu: 08.00 - 17.00 WIB



= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon