Rabu, 28 Oktober 2015

Nyadran Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Tawang-Kendal

Setiap daerah pasti mempunyai suatu kebudayaan yang menjadi ciri khas tersendiri yang membedakan dengan daerah lain. Seperti halnya di desa Gempolsewu (Tawang) kecamatan Rowosari kabupaten Kendal yang juga memiliki tradisi yang sudah melegenda sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Salah satunya adalah tradisi "nyadran" atau sedekah laut. Meski bukan hanya di daerah Tawang saja yang memiliki ritual tahunan seperti ini, karena sedekah laut biasanya juga di selenggarakan pada setiap daerah pesisir pantai baik pantai utara maupun pantai selatan Jawa.

Namun tentu saja dalam melaksanakan tradisi persembahan laut ini mempunyai ciri berbeda yang telah dialkulturasikan dengan kebiasaan setempat. Sebuah tradisi yang unik ini mempunyai karakter yang bersifat khusus yaitu tidak semua daerah dapat merayakkannya tetapi hanya dilaksanakan oleh daerah pesisir saja, maka demikian tradisi sedekah laut ini sangat mempunyai arti yang penting dikarenakkan menambah ke aneka ragaman budaya yang ada di Indonesia.

Nyadran di Tawang dilaksanakan setiap setahun sekali tepatnya pada bulan Muharam atau bulan Suro pada penanggalan Jawa. Tradisi persembahan laut ini ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih pada karunia dari Sang Pencipta. Tradisi sedekah laut juga merupakan wujud syukur nelayan atas berkah yang melimpah berupa hasil laut dan keselamatan dari Allah SWT selama melaut ini dapat terus lestari. Bahkan menjadi aset pariwisata di Kabupaten Kendal, dan bisa mendatangkan ribuan wisatawan yang tak hanya dari Kendal saja.

Puncak acara Nyadran dilakukan pada hari Jumat Kliwon. Meski sejak beberapa hari sebelumnya sudah ramai dikunjungi masyarakat. Acara puncak akan diisi dengan pelarungan sesaji ke laut.  Di lingkungan masyarakat nelayan tradisi ini selain dijadikan sebagai ritual upacara sedekah laut "Nyadran" biasanya dijadikkan sebagai sarana hiburan rakyat yang tentu saja dengan menampilkan hiburan seperti : pagelayaran wayang, arena bermain anak-anak (seperti pasar malam), panggung hiburan musik atau juga pengajian akbar, dan yang ikut meramaikan bukan hanya orang pesisir saja melainkan warga kampung sebelah atau warga pendatang yang sekedar ingin melihat prosesi ritual sedekah laut atau Cuma ingin melihat hiburan rakyat saja.

Dalam prosesi sedekah laut ini ada saja pihak-pihak yang pintar melihat peluang pasar, sehingga pada saat pelaksaan sedekah laut ini dimanfaatkan oleh para pedagang yang mencoba keberuntungannya menjajakkan dagangannya.Selain nilai sakral yang dianut, sebenarnya prosesi Sedekah Laut juga bertujuan untuk melestarikan kebudayaan. Mereka berharap, budaya Sedekah Laut tidak pupus ditelan zaman, sehingga setiap kali perayaan selalu melibatkan semua generasi agar kelak tertanam jiwa seni budaya untuk melestarikannya.

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon