Jumat, 19 Februari 2016

Wisata Patung Budha Tidur Mojokerto, Indonesia. Ternyata Mirip di Thailand dan Myanmar

Pernahkah melihat postingan teman Anda di Facebook, Twitter, dan atau Instagram dengan foto Patung Budha (Sleeping Buddha)? dalam benak Saya masak dia pergi ke Thailand atau Myanmar hanya sekedar foto selfi dengan Sleeping Buddha. Karena bila dilihat lebih dalam bentukknya mirip sekali dengan yang ada di luar negeri.

Rasa penasaran tidak terhenti sampai disitu, akhirnya memutuskan untuk bertanya pada teman dan beliau menjawab itu Anda di Indonesia Bos... tepatnya di Mojokerto Jawatimur. Wah ternyata Indonesia punya Sleeping Buddha yang nggak kalah besar dengan di Thailand dan Myanmar lho... kalau penasaran mendingan ke sana aja hehe.

Berikut ini 3 Sleeping Buddha yang ada di dunia, salah satunya Indonesia lho. Lihat dan cermati perbedaannya hehe.
Patung Budha Tidur Mojokerto, Indonesia

 Patung Budha Tidur Thailand

Patung Budha Tidur Myanmar

Menurut para pengamat ini adalah patung Sleeping Buddha terbesar di Indonesia dan menempati urutan ketiga setelah patung sejenis yang berada di negara Thailand dan Myanmar. Sleeping Buddha statue di sini ukurannya sendiri mencapai 22 meter untuk panjangnya, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter berwarna keemasan, yang di bawahnya ada kolam kecil berisi ikan yang mengelilinginya.

Selain patung Sleeping Buddha juga ada miniatur candi Borobudur dan patung Budha dengan posisi dan pose lainnya, semisal berdiri, duduk dan sebagainya, juga ada relief di tembok sebelah belakang dari bangunan vihara yang menceritakan kehidupan sang budha.

Letak Sleeping Buddha Mojokerto, Indonesia
Patung Budha tidur (Sleeping Buddha) Maha vihara Mojopahit Trowulan terletak di desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, berada di tengah perkampungan yang dekat sekali desa persawahan yang menjadikannya mempunyai suasana yang tenang dan sejuk khas pedesaan.

Untuk lokasi desa Bejijong sendiri sangatlah mudah dicapai berada di kecamatan Trowulan yang merupakan kawasan yang diyakini menjadi tempat dari pusat kerajaan Mojopahit yang melegenda sehingga menjadikannya kaya akan potensi wisata selain ini yaitu candi Trowulan yang sangat bagus dan terawat seperti candi Brahu, candi Bajang ratu dan lain- lain.

Untuk mencapai kawasan Bejijong yang merupakan lokasi dari Maha vihara sangatlah mudah sekali, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, karena berada dekat sekali dengan jalur jalan raya lintas provinsi Jawa Timur.

Akses Menuju Sleeping Buddha Mojokerto, Indonesia

Dari arah Surabaya
Jika ambil arah ke Jombang, saat mencapai Trowulan tepatnya lampu lalu lintas di perempatan Trowulan tetap lurus namun pelankan laju kendaraan, sampai menemui kantor polisi atau kantor kecamatan Trowulan disebelah kiri jalan Anda akan menemukan pertigaan dan penanda jalan menuju lokasi Vihara, ambil pertigaan itu dengan belok kanan dan masuk perkampungan lalu di pertigaan pertama selanjutnya belok kiri, dan selanjutnya ada pertigaan lagi belok kanan dan lurus sedikit Anda akan menjumpai sebuah bangunan yang di kelilingi tembok tinggi dan pohon jati yang ada di luar pagarnya disisi kiri jalan, itulah Maha vihara Mojopahit.

Bila Anda memakai bus dari arah Surabaya ambil bus jurusan Solo dan Tulungagung/ Trenggalek atau jurusan apapun yang menuju Jombang, lalu turun di depan kantor kecamatan Trowulan. Lalu jalan kaki menyebrangi jalan ke arah perkampungan yang berada disisi kanan jalan raya, dan ikuti rute di atas kira-kira 300 meter dari jalan raya.

Dari arah Jombang
Ambil arah ke Mojokerto, Anda akan melewati terminal Mojoagung dimana ada pertigaan arah ke Wonosalam tempat pesta duren paling enak tahunan dan gratis, tapi jangan turun disitu soalnya masih jauh. Tetap lurus hingga menemukan jalan baru (bypass Mojoagung) di sebelah kiri, tetap lurus namun pelankan kecepatan kendaraan Anda, liat sisi kanan jalan akan ada kantor kecamatan Trowulan disisi kiri ada semacam mini market belok kiri untuk masuk ke perkampungan lalu belok kiri lagi di pertigaan pertama lalu belok kanan dan tujuan Anda sudah ada di depan sebelah kiri jalan.

Bila memakai kendaraan umum atau bus ambil jurusan ke surabaya atau ke timur, lalu minta turun di depan kecamatan Trowulan atau Vihara trowulan, para sopir dan kernet bus sudah tahu semua, kemudian jalan kaki menuju vihara kira-kira 300 meter, dengan masuk ke perkampungan disebelah kiri jalan, ikuti petunjuk diatas, atau tanya ke orang dan warga sekitar pasti sudah tahu semua.

Di wihara sendiri terdapat tempat parkir di luar gedung dan tembok, dan Anda hanya akan dikenakan biaya Rp. 2.000 saja, untuk jajanan hanya ada penjual bakso dan makanan desa, yang kadang-kadang ada dan tidak.

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon