Kamis, 05 Mei 2016

Keindahan Wisata Goa Pindul Yogyakarta

Ngomongin Yogyakarta nggak ada habis-habisanya apalagi tentang destinasi wisatanya. Selain peninggalan candi Prambanan dan keraton Yogyakarta ternyata masih ada wisata goa Pindul. Jadi manfaatkan goa Pindul sebagai tujuan berlibur bersama pacar, teman, sahabat, dan keluarga Anda.

Goa Pindul Yogyakarta memiliki ukuran panjang sejauh 350 meter dengan lebar mencapai 5-6 meter. Adapun kedalaman air di dalam goa ini mencapai hingga 6-7 meter, sementara jarak antara permukaan air dengan langit-langit goa sejauh 4-5 meter. Air sungai yang mengalir di goa Pindul terbilang begitu bersih dan jernih. Hal ini dikarenakan sumber air sungai tersebut bermula dari mata air Gedong Tujuh.

Menjelajahi goa merupakan suatu kegiatan yang tentunya mengasyikkan. Salah satu goa yang saat ini ramai dikunjungi adalah goa pindul yang terletak di desa Bejiharjo, Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemandangan dalam goa ini sungguh mengagumkan yang mana sangat alami lengkap dengan stalagtit yang menawan dan lekuk gua yang Indah.

Kisah objek wisata goa Pindul Yogyakarta ini dapat ditelusuri melalui 2 versi legenda rakyat yang secara turun-temurun diceritakan. Kisah pertama menceritakan bahwa dahulu kala ada seorang pemuda yang bernama Joko Singlunglung yang sedang melakukan perjalanan untuk mencari ayahnya. Perjalanan yang ditempuhnya sungguh berat dan penuh rintangan, melewati hutan belantara, sungai-sungai berarus deras, hingga goa-goa yang gelap. Suatu ketika dalam perjalanannya menelusuri beberapa goa, kepala Joko Singlulung terbentur sebuah batu besar yang ada dalam sebuah goa. Goa inilah yang hingga kini dinamakan sebagai goa Pindul. Pindul dalam Bahasa Jawa, berarti pipi gebendul atau pipi yang terbentur (Pi=pipi, Ndul=kebendul).

Sementara versi kedua, mengisahkan perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang diutus oleh Panembahan Senopati di Mataram untuk membunuh buah cinta putri Panembahan Senopati, yaitu Mangir Wonoboyo dari Mangiran (Bantul). Namun, mereka berdua tidak tega membunuh bayi tersebut dan pergi ke arah timur menuju Gunungkidul, hingga tiba di daerah Karangmojo.

Sesampainya di Karangmojo, mereka menggelar tikar dan alas tempat persalinan bayi tersebut. Tetapi, si bayi menangis terus hingga akhirnya salah satu dari mereka memutuskan untuk memandikannya. Ki Juru Mertani naik ke atas bukit, lalu menginjak bukit tersebut dengan kesaktiannya yang menyebabkan terbentuknya lubang besar dan di dalamnya terdapat aliran air. Bayi tersebut lalu dibawa turun untuk dimandikan. Tanpa disadari, pipi sang bayi terbentur batu. Oleh sebab itu, tempat tersebut dinamakan sebagai goa Pindul.

Yang paling exotis adalah bagian tertentu dari goa tersebut memungkinkan sinar matahari menerobos celah atap gua..bagus sekali. Nah uniknya goa ini dapat dijelajahi melalui sungai yang mengalir di dalamnya dengan mengapung pada sebuah Ban.. asyik kan..Berikut ini beberapa foto pemandangan dalam goa pindul.







Transportasi Menuju Goa Pindul Yogyakarta
Nah untuk menuju ke sana berikut rutenya, Lokasi goa pindul dapat ditempuh menggunakan mobil, motor dan bus:

Arah dari Kota Yogyakarta
Yogyakarta - Jalan Wonosari - Jalan Piyungan - Bukit Patuk - Lampu merah perempatan Sambipitu ke arah Hutan Bunder - Hutan Bunder (Rest Area Bunder) - Lanud TNI AU Gading - Lampu merah Pertigaan Timur Lanud TNI AU lurus - Logandeng - Siyono - Bundaran Siyono (Tugu Air Mancur BPD DIY) kiri ke arah Piyaman – Pertigaan (Ring Road) Piyaman belok kanan - Rumah Sakit PKU - Lampu merah Perempatan Budegan lurus – Pertigaan Grogol ke kiri (gerbang Desa Bejiharjo) - Mengikuti jalan aspal sampai menjumpai tulisan Selamat Datang Di Desa Wisata Bejiharjo.

Rute Goa Pindul dari Solo
Dari Jl. Gajah Mada - Jl. Brigjen Slamet Riyadi - Jl. Yos Sudarso - Jl. Ir. Soekarno (SD Negeri Kwarasan 02 di sebelah kiri jalan) - Jl. Raya Solo - Wonogiri - Jl. Raya Telukan - Jl Jaksa Agung - Jalan Gatot Subroto - Jl. Kh Samanhudi - Jl. Dalangan Tawangsari - Jl. Altenative Tawangsari Bayat - Kelir Manyaran - Semin Watukelir - Semin Cawas - Jl. Wonosari Semin - Karangmojo.Namun jika
Anda dekat dengan kota Klaten berikut ada dua pentunjuk:
1.Dari Solo - Pasar Daleman - Cawas Klaten - Sambeng - Semin - Karangmojo.
2.Dari Solo - Klaten Kota - Candi Prambanan - Piyungan - Bukit Bintang - Siyono - Karangmojo.

www.idnusantara.com adalah blog yang membahas tentang informasi wisata Nusantara dan kebudayaannya

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon