Minggu, 23 Oktober 2016

Keindahan Negeri di Atas Awan, Kampung Wae Rebo


Kampung Wae Rebo merupakan salah satu dari sekian banyak kampung wisata yang indah dan terletak di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di barat daya Kota Ruteng, Kab Manggarai Barat. Siapa sangka ternyata di bagian timur Indonesia memiliki sebuah wisata yang menajubkan selain dari sisi pemandangan yang ditawarkan di kampung Wae Rebo juga memiliki tinggi yang menjulang bak berada diatas awan, yaitu memiliki ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Letak geografis ini lah yang menjadikan Wae Rebo sebagai wisata yang patut dikunjungi.

Keadaan yang ada sekarang menyebabkan kampung Wae Rebo sulit untuk mendapatkan bahan pangan dan sandang, hal ini dikarenakan memiliki letak yang jauh dari bisingnya perkotaan sehingga untuk ongkos kirim menuju kampung ini sangatlah mahal mengingat juga jalan yang ditempuh tidak memungkinkan. Menurut sebuah data pada tahun 2012, wisata ini memiliki sekitar kurang lebih 112 Kepala Keluarga jadi hanya sekitar 625 jiwa penduduk. Walaupun memiliki jumlah penduduk yang banyak di kampung wisata ini hanya boleh memiliki 7 rumah adat yang disebut Mbaru Niang. Dan satu rumah Mbaru Niang ini hanya boleh dihuni oleh enam sampai delapan kepala keluarga saja.

Baca:
Wisata Rumah Adat Wae Rebo, NTT

Aneh bukan? padahal di Wae Rebo terdapat 112 kepala keluarga. Namun, apa boleh buat jika peraturan yang ditetapkan di kampung tersebut seperti itu. Lantas bagaimana untuk kepala keluarga yang tidak dapat tinggal di Mbaru Niang tersebut? Bila terdapat pertanyaan seperti itu dibenak Anda jawabannya adalah, penduduk yang tersisa tersebut di pindahkan ke kampung lain yaitu kampung Kombo yang letaknya tidak cukup jauh dari Wae Rebo tersebut, hanya berjarak sekitar 5 km saja.
Keindahan Negeri di Atas Awan, Kampung Wae Rebo 2

Dengan keanehan yang dimiliki kampung Wae Rebo justru menjadikan Wae Rebo sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Warisan budaya tersebut diberikan untuk rumah adat Mbaru Niang yang sudah sangat mendunia pada sebelum tahun 2012 dan berada di Wae Rebo. Pendapatan yang di dapat oleh penduduk adalah dari menjual souvenir yang khas dari kampung tersebut kepada wisatawan yang datang. Selain itu, masyarakat setempat juga menjadikan kain cura dan kopi sebagai komoditi utama Wae Rebo ini. Kopi disini sangat terkenal dengan rasanya yang sungguh nikmat, jadi jika anda berkunjung kesini jangan lupa untuk membeli kopi khas Wae Rebo.

Namun, sangat disayangkan dari beberapa sektor untuk menunjang kehidupan kampung Wae Rebo sangat minim terutama pada sektor pendidikan. Untuk belajar pun anak-anak kampung ini harus merantau sejauh 5 km menuju kampung Kombo yang terdapat sekolahan, itupun hanya sekolah dasar swasta yang berdiri di kampung tersebut. Lambat laun juga kampung Kombo merupakan kampung kembaran Wae Rebo, hal ini didasari oleh banyaknya masyarakat Wae Rebo yang tinggal di kampung tersebut.

Masih sedikit wisatawan lokal yang berkunjung ke Wae Rebo ini, selain karena belum mengerti letak pasti biaya perjalanan yang digunakan pun sangat mahal, dari sewa mobil ketika menuju jalan setapak, pemandu jalan, dan perlengkapan travelling lainnya. Walaupun masyarakat lokal Indonesia masih minim untuk kesini, wisatawan dari mancanegara lah yang lebih dominan untuk berkunjung ke Wae Rebo ini. Tercatat data pada tahun 2011 wisata ini telah dikunjungi wisatawan internasional sejumlah 315 orang dan berasal dari 19 negara dunia.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan jika anda sebagai wisatawan lokal ingin berkunjung ke kampung Wae Rebo ini, ini lah beberapa hal yang harus disiapkan ketika ingin berkunjung disini:

1. Ransel yang tidak terlalu berat
Jika anda traveller pasti tau kenapa alasannya admin wisata menganjurkan untuk menggunakan rensel yang tidak terlalu berat. Ya, dikarenakan membutuhkan tenaga ekstra untuk menempuh medan yang bisa dibilang cukup sulit ini. Waktu tempuh biasanya sekitar 4 jam perjalanan jika tidak beristirahat terlebih dahulu.

2. Sepatu Hiking
Mengingat medan yang ditempuh tidak mudah, tidak disarankan untuk memakai sandal gunung apalagi jika saat musim hujan tiba. Jalan menuju Wae Rebo becek dan keringnya pun agak susah mengingat medan yang ditempuh licin.

3. Jaket dan Kaos Kaki Untuk Tidur
Wae Rebo memiliki letak geografis yang berada di dataran tinggi, sehingga hawa dingin akan menghampiri siapa pun yang berkunjung di wisata ini. Meskipun wisata ini telah di sediakan alas tidur dan selimut tebal, namun hawa dingin disini akan membuat anda tidak bisa tidur.

4. Membawa uang secukupnya

Membawa uang secukupnya merupakan sebuah hal yang penting di karenakan pasti ketika ke Wae Rebo akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit dari membayar penginapan, sewa pemandu dan lain sebagainya.

5. Buku Bacaan Yang Cukup
Ketika bosan diperjalanan biasanya seorang treveller membawa buku bacaan, namun jika anda berkunjung ke Wae Rebo sebaiknya anda membawa buku bacaan yang lebih untuk memberikannya kepada anak-anak yang berada di wisata ini. Karena kemampuan anak-anak disini untuk membaca sangat terbatas, jadi sebaiknya anda membawa buku yang mengandung unsur ilmu pengetahuan untuk mereka.

6. Baterai Cadangan
Sumber daya untuk menggunakan alat elektronik sangat dibutuhkan bila saat berpergian hal ini lah yang menyebabkan diwajibkan untuk membawa tambahan sumber tenaga baterai untuk alat elektronik tersebut. Walaupun Wae Rebo telah teraliri oleh listrik anda juga diwajibkan untuk membawa sumber tenaga tambahan, Karena listrik ditempat ini hanya menyala pada saat 6 sore hingga 10 malam saja.

7. Persiapan Fisik
Persiapan fisik dibutuhkan untuk anda ketika mengunjungi kampung Wae Rebo ini. Pastikan keadaan tubuh fit serta penuh energi, dikarenakan jalan yang curam pasti akan menguras tenaga. Namun, tenang disini sudah terdapat 3 pos untuk beristirahat sejenak. Dan pastikan jangan sampai lupa untuk membawa kebutuhan air minum dan makanan pada saat perjalnan menuju wisata ini.

www.idnusantara.com adalah blog yang membahas tentang informasi wisata Nusantara dan kebudayaannya

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon