Kamis, 16 Maret 2017

Ayo Belaja di Tempat Wisata Pasar Apung Batu Malang

Menghabiskan waktu liburan di Batu, Malang emang nggak ada habisnya. Sekali Anda datang ke sini, puluhan tempat wisata dapat dikunjungi. Salah satu destinasi wisata baru di kota Batu, Malang adalah Pasar Apung. Yang menarik pasar apung ini letaknya bukan di sungai atau pinggiran laut melainkan di daratan yang digenai air untuk mengapung.

Sembari belanja Anda dapat mengelilingi pasar apung dengan perahu kecil. Konsep nuansa tradisional di pasar apung membuat wisatawan betah berlama-lama di sini, ya seperti hidup ditahun 1990 an kali. Pasar Apung merupakan destinasi wisata yang menyajikan nuansa klasik di Kota Batu. Berada satu komplek dengan Museum Angkut, pasar Apung berdiri di atas lahan seluas setengah hektar.

Beda dengan Museum Angkut, meski ada dalam satu manajemen, pengunjung di pasar Apung bebas harga tiket masuk. Dengan begitu, selepas menikmati pemandangan museum yang penuh dengan mode transportasi, pengunjung bisa langsung merasakan sensasi tradisional di pasar Apung itu.

Baca: Uniknya Wisata Taman Kelinci Pujon, Malang

Pasar yang didirikan pada 9 Maret 2015 terinspirasi dari Pasar Terapung yang ada di Kalimantan. Di mana, para pedagang menjual dagangannya di atas sungai menggunakan perahu. Ada berbagai macam makanan tradisional yang tersedia di Pasar Apung itu. Mulai dari bakpo, lalapan, gudek, bakso jawa, makanan khas Madura, soto betawi dan ketan. Selain makanan, berbagai dagangan suvenir tradisional juga tampak di pasar itu. Sebagian pedagang ada yang menjualnya dengan sarana perahu, ada pula yang memanfaatkan kios yang tersedia di pasar tersebut.

Selain makanannya yang tradisional, bangunan-bangunan yang ada di pasar itu juga membawa tema tradisional. Rata-rata bangunan berdinding kayu dan bambu dengan atap jerami. Bentuknya mirip seperti rumah tradisional di Sumatera, di Lombok, NTT dan Papua. Tersedia tujuh perahu yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk mengitari pasar sambil mengayuh di atas air. Perahu-perahu itu bisa digunakan secara gratis. Rencananya, pihak manajemen akan menambah fasilitas perahu menjadi 10 buah.

Animo wisatawan terhadap Pasar Apung itu cukup tinggi. Jika akhir pekan, pengunjung bisa mencapai 500 orang per hari. Tapi jika hari biasa, pengunjung berkisar di bawah angka 500 perhari. Jam bukanya sama dengan jam buka Museum Angkut. Yaitu buka mulai pukul 11.00 dan tutup pada pukul 20.00 WIB.

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon