Jumat, 14 Juli 2017

Asal-Usul Ilmu Leak Bali Ternyata Dari Jawa Timur

Cerita asal usul leak Bali - Inilah yang membedakan peradaban di Indonesia dengan negara lain di dunia dimana di Nusantara (sebutan Indonesia zaman dulu) pusat kerajaan, ilmu kanuragan, dan ilmu mistis pusatnya ada di pulau Jawa. Namun setelah zaman kerajaan Jawa hancur, ilmu mistik tetap kuat di luar Jawa yaitu Kalimantan dan Bali.

Ngomongin Bali tidak bisa dilepaskan dengan legenda leak, mereka yang pernah melihat leak menceritakan sebagai makluk yang menyeramkan dengan wujud kepala yang beterbangan di langit. Saya sendiri sebagai orang Jawa belum tahu wujud yang sebenarnya leak itu seperti apa, yang pasti pernah difilemkan dengan aktor utama Suzana dan Beri Prima. 

Menurut beberapa referensi leak adalah sebuah ilmu hitam yang dikirimkan kepada orang lain dengan tujuan untuk melukai dan membunuh. Bagi sebagian besar orang yang belum pernah mempelajari asal-usul leak pasti mengira berasal dari Bali.

Asal-Usul Leak Berasal dari Jawa Timur
Menurut kajian sejarah ilmu leak berasal Jawa Timur pasa masa pemerintahan raja Airlangga (Erlangga) kerajaan Kahuripan. Dikisahkan pada zaman itu hidup seoang janda sakti dari desa Girah bernama Calon Arang yang mempunyai anak cantik bernama Ratna Manggali.

Calon Arang adalah guru ilmu hitam yang memiliki beberapa murid sakti, namun yang paling setia dan sakti tinggal 4 murid saja, yang menarik semua murid adalah kaum perempuan. Kala itu kesohoran ilmu hitam Calon Arang sudah terkenal dimana-mana, beliau gemar merusak tanaman padi dengan ilmu sihirnya.

Meskipun anak Ratna Menggali cantik, namun tidak ada pemuda desa yang berani melamarnya. Merasa sakit hati dan kasihan kepada anaknya yang tidak ingin menjadi perawan desa akhirnya Calon Arang ngamuk kepada warga di desa Pesisir-Pesisir Kediri.

Calon Arang bersama ke empat muridnya mengadakan ritual serangan ke warga dengan wujud kepala beterbangan. Yang menakutnya wujudnya matanya melotot dan menjulurkan lidah panjang. Hawa yang begitu sejuk sejak kedatangan Calon Arang berubah jadi panas. Bayi dan anak-anak pada nangis ketakutan, anjing, burung gagak, dan katak mengeluarkan suaranya masing-masing yang menandakan ilmu hitam Calon Arang telah tiba.

Keesokan harinya banyak warga desa di Pesisir-Pesisir Kediri sakit dan tewas. Ilmu hitam Calon Arang mampu menyebarkan wabah penyakit dengan cepat hingga meninggal. Warga desa menguburkan korban dari Calon Arang di pemakaman umu, tragisnya ketika pulang dari kubur banyak warga yang ikut meninggal.

Sejak kejadian itu warga pada ketakutan, mereka memasang tolak-balak anti ilmu hitam seperti memasang bawang putih di depan rumah, dan lain sebagainya. Karena takut akhirnya warga melapor ke raja Airlangga. Mendengar cerita warga, sang raja jadi geram sehingga mengirimkan pasukan terbaiknya untuk menyerbu markas Calon Arang.

Ternyata dengan ilmu kebatinannya recana kerajaan untuk menyerang diketahui Calon Arang. Pasukan kerajaan membawa senjata lengkap mulai tombak, keris, dan tolak balak ilmu hitam. Perang terjadi namun akhirnya tentara kerjaan kalah.

Raja Airlangga tidak kehabisan akal, beliau memerintahkan empu Bharada untuk menyerang Calon Arang. Karena sangat sakti untuk mengalahkan Calon Arang harus menggunakan siasat. Empu Bharadah sejatinya adalah guru dari raja Airlangga.

Empu Bharada mengajak muridnya yang bernama empu Bahula. Siasatnya adalah empu Bahula melamar putri Calon Arang yang bernama Ratna Menggali. Dengan senang hati Calon Arang merestui empu Bahula untuk melamar putrinya. Empu Bharada menyuruh empu Bahula tinggal dirumah mertuanya.

Rupanya misi yang diberikan empu Bharada kepada empu Bahula untuk mencuri kitab ilmu hitam milik Calon Arang. Dalam kelengahan empu Bahula berhasil mencuri kitan dari Calon Arang. Rupanya kitab tersebut sering dibaca Calon Arang di kuburan pada malam hari. Setelah mencuri kitab tersebut dan dipelajari, empu Bharada menyuruh empu Bahula untuk segera mengembalikannya supaya tidak ketahuan.

Akhirnya Calon Arang mengetahui kalau kitabnya telah dicuri lalu ia ngamuk dan menantang empu Bharada bertartung. Calon Arang bersama murid-muridnya mengadakan ritual sebelum berperang dan meminta doal ilmu hitam supaya wujud leaknya benar-benar sempurnya.

Dilain pihak raja Airlangga mengirimkan 200 pasukan untuk membantu empu Bharada bertempur. Dalam pertempuran tersebut murid Calon Arang banyak yang tewas. Pertempuran tersebut cukup lama yaitu semalam penuh. Mengetahui kelemahan Calon Arang dari isi kitab ilmu hitam yang telah dicuri, bahawa ilmu hitam Calon Arang hanya berfungsi pada malam hari.

Merasa kalah akhirnya Calon Arang merubah wujudnya menjadi burung Garudan dan pergi, empu Bharada langsung memburunya. Beliau Calon Arang tewas ditangan empu Bharada dengan tusukan keris di dadanya.

Sebelum membakar jenazah Calon Arang, empu Bharada melakukan upcara supaya beliau Moksa tenang hidupnya di hari setelah kematian. Sepeninggal Calon Arang kitab ilmu hitam dibuang empu Bharada di selat Bali bersamaan menjalankan misi dari raja Airlangga ke Bali untuk menyerahkan tahta kerjaan Bali ke anaknya. Tujuan membuang kitab tersebut supaya tidak jatuh ke tangan jahad untuk membangkitkan kembali ilmu leak.

Raja Menolaknya, akhirnya Airlangga membagi kerjaan Kahuripan menjadi 2 yaitu kerajaan Kadiri dan Jenggala. Konon katanya kitab ilmu hitam Calon Arang ditemu warga Bali dan dipelajari, makanya leak berkembang pesat di Bali pada saat itu.

www.idnusantara.com adalah blog yang membahas tentang informasi wisata Nusantara dan kebudayaannya

= > Silahkan berkomentar sesuai artikel di atas
= > Berkomentar dengan url (mati/ hidup) tidak akan dipublish
EmoticonEmoticon